Mengenal Hak dan Peran dalam Demokrasi: Prodi Hukum Tatanegara IAIN Kendari Gelar Pendidikan Politik Bagi Pemilih Pemula di SMA 3 Bombana
-
Okt, Kam, 2025
Bombana – Dalam upaya menumbuhkan kesadaran politik sejak dini serta membekali generasi muda dengan pemahaman mendalam tentang demokrasi, Program Studi Hukum Tatanegara (Siyasah Syar’iyyah) Fakultas Syariah IAIN Kendari menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan tema “Pendidikan Politik pada Pemilih Pemula”. Kegiatan ini dilaksanakan di SMA Negeri 3 Bombana dan diikuti oleh 50 siswa kelas 12 yang akan segera memasuki usia pemilih pemula pada pemilu mendatang.
Kegiatan ini menghadirkan tiga pemateri utama dari lingkungan akademik Fakultas Syariah IAIN Kendari, yakni Mahruddin, M.Si, selaku Wakil Dekan 2, La Ode Muhammad Iman Abdi Anantomo Uke, MH, sebagai Kepala Laboratorium Peradilan Semu, serta Finsa Adhi Pratama, Ketua Program Studi Hukum Tatanegara (Siyasah Syar’iyyah). Ketiganya memberikan pemaparan yang komprehensif dan interaktif mengenai pentingnya partisipasi politik, mekanisme pemilu, hingga urgensi menjadi pemilih yang cerdas dan berintegritas.
Dalam pemaparannya, Mahruddin, M.Si menekankan bahwa politik bukanlah sesuatu yang harus dijauhi oleh generasi muda, melainkan ruang partisipatif yang harus diisi dengan kesadaran dan tanggung jawab. “Generasi muda, terutama pemilih pemula, memiliki peran strategis dalam menentukan arah masa depan bangsa. Pemahaman politik sejak dini adalah bekal utama agar mereka tidak mudah terpengaruh oleh politik uang atau kampanye yang menyesatkan,” jelasnya.
Sementara itu, La Ode Muhammad Iman Abdi Anantomo Uke, MH, menyoroti aspek hukum dalam pemilu, terutama hak dan kewajiban sebagai warga negara yang baik. Ia juga membekali peserta dengan informasi mengenai proses hukum jika terjadi pelanggaran pemilu, serta pentingnya menjaga netralitas dan etika dalam berpolitik.
Adapun Finsa Adhi Pratama, sebagai ketua prodi, menutup rangkaian materi dengan membahas bagaimana nilai-nilai keislaman dalam perspektif Siyasah Syar’iyyah mampu memperkuat praktik demokrasi yang adil dan bermartabat. Dalam Islam, kepemimpinan adalah amanah, dan memilih pemimpin adalah bentuk ibadah.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi. Para siswa tampak aktif berdialog dan menyampaikan pandangan mereka tentang berbagai isu politik, mulai dari peran media sosial dalam kampanye hingga tantangan politik identitas.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang sosialisasi pendidikan politik, tetapi juga menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Harapannya, melalui kegiatan ini, para siswa SMA 3 Bombana mampu menjadi pemilih pemula yang tidak hanya cerdas, tetapi juga kritis, beretika, dan berdaya dalam menghadapi dinamika politik nasional.
Dengan demikian, pendidikan politik bagi pemilih pemula menjadi langkah awal yang penting dalam membangun generasi pemilih yang sadar akan hak, tanggung jawab, dan perannya dalam menjaga keberlangsungan demokrasi Indonesia. (Sam)