Dekan Fakultas Syariah Bawakan Kultum 7 Menit di Masjid Baitul Hikmah IAIN Kendari, Tekankan Keutamaan Puasa
-
Mar, Sel, 2026
Kendari, Humas Faksyar – Dekan Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari Prof. Dr. Kamaruddin, S.Ag., S.H., M.H. membawakan kultum (Kuliah Tujuh Menit) di Masjid Baitul Hikmah IAIN Kendari pada Selasa, 03 Maret 2026. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan pada bulan Ramadhan di lingkup kampus. Dalam tausiyahnya, beliau menekankan pentingnya memahami distingsi (perbedaan khusus) ibadah puasa dibandingkan dengan ibadah lainnya.
Di hadapan jamaah yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa, Dekan Fakultas Syariah menyampaikan bahwa terdapat kekhususan puasa sebagaimana dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad SAW.
Diriwayatkan oleh Bukhari, 1761 dan Muslim, 1946:
عن أَبي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قال : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : قَالَ اللَّهُ : كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ
Artinya: Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu berkata, Rasulullah Shallallahu’alai wa sallam bersabda, “Allah berfirman, ‘Semua amal anak Adam untuknya kecuali puasa. Ia untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.”
Dalam suasana yang penuh kehangatan, beliau juga menyemangati para jamaah dengan mengatakan, “Begitu saya melihat muka bapak ibu semua, ini muka-muka surga semua.” tuturnya.
Lebih lanjut, beliau mengajak seluruh civitas akademika untuk memaksimalkan ibadah puasa, bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga seluruh anggota tubuh, mulai mata, hidung, telinga dan mulut.
Dalam kultumnya, beliau juga mengisahkan sebuah dialog sahabat dengan Rasulullah SAW. Diceritakan bahwa seorang sahabat bernama Abu Amamah pernah bertanya kepada Rasulullah tentang amalan yang dapat mengantarkannya ke surga.
“Rasulullah menjawab kepada Abu Amamah, lakukan puasa,” ungkapnya mengutip isi dialog tersebut.
Melalui kultum singkat namun sarat makna tersebut, Dekan Fakultas Syariah mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan puasa sebagai momentum peningkatan kualitas diri, baik secara spiritual maupun moral, sehingga mampu meraih derajat takwa yang dijanjikan Allah SWT. (Sam)