Hadapi MBKM, Fakultas Syariah IAIN Kendari bentuk Asosiasi Fakultas Syariah & Hukum Se-Sulawesi-Maluku

FASYA, IAIN KENDARI – Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari menggelar lokakarya Pengembangan Kurikulum yang Selaras Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) di Hotel Claro Kendari, Senin (24/5/21).

Kegiatan ini diikuti oleh Dekan Fakultas Syariah dan Hukum se-Indonesia Timur mencakup wilayah Sulawesi dan Maluku (SUMA) serta beberapa stakeholder dan mitra kerjasama lainnya seperti Pengadilan Agama, Pengadilan Tata Usaha, Pengadilan Negeri Kendari dan KEMENKUMHAM serta sivitas akademika Fakultas Syariah IAIN Kendari.

Rektor IAIN Kendari, Prof. Dr. Faizah Binti Awad, M.Pd saat membuka kegiatan ini mengatakan bahwa fakultas syariah telah membuat terobosan dalam meningkatkan kualitas tridharma perguruan tinggi yang berbasis kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM).

“Kita sangat perlu memikirkan bagaimana membenahi, menata, dan mengelola kurikulum agar dapat merebut peluang yang sama dengan perguruan tinggi lainnya. Kebijakan merdeka belajar perlu kita terjemahkan ke dalam metode yang lebih praktis agar mampu memenuhi target sebagai perguruan tinggi yang melahirkan alumni unggul dan siap menghadapi tantangan zaman”, kata Prof Faizah.

Dekan Fakultas Syariah IAIN Kendari, Dr. Hj. Ipandang, M.Ag, menjelaskan, penyelenggaraan lokakarya ini bertepatan dengan berakhirnya masa berlaku kurikulum di fakultas syariah sehingga momentum tersebut sangat tepat untuk melakukan revisi kurikulum.

“Kebetulan ada program baru dari Menteri Pendidikan jadi sekalian kami merancang kurikulum yang sesuai dengan kebijakan itu dengan melibatkan para praktisi fakultas syariah dan hukum agar memperkaya khasanah keilmuan dan menemukan strategi pembelajaran yang tepat sasaran” tambahnya.

Penyelenggaraan Lokakarya Pengembangan Kurikulum Selaras KKNI dan MBKM ini merupakan tindak lanjut dari penandatangan perjanjian kerjasama yang telah dilakukan antara Fakultas Syariah IAIN Kendari dengan beberapa perguruan tinggi dan lembaga yang berada di provinsi Sulawesi Tenggara dan beberapa provinsi lainnya. Adapun output dalam kegiatan ini diantaranya; dibuatnya Buku Panduan Kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) yang nantinya akan menjadi pedoman seluruh Fakultas Syariah & Hukum Se-Sulawesi-Maluku; dibentuknya Asosiasi Fakultas Syariah & Hukum Se-Sulawesi-Maluku yang diketuai oleh Dekan Syariah UIN Alauddin Makassar Dr. Muammar Bakry, Lc., MA, Sekretaris Ketua STAIN Majene; Prof. Dr. Wasilah, ST., MT. Bendahara Dekan Syariah IAIN Kendari Dr. Hj. Ipandang, M.Ag. Serta Bidang Perencanaan Kurikulum Dekan Fakultas Syariah IAIN Palopo; Bidang Penjaminan Mutu Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Ambon; Bidang Tehnologi dan Informasi Dekan Fakultas Syariah Manado; Bidang Kerjasama Dekan Fakultas Hukum Universitas Haluoleo Kendari.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 24–26 Mei dengan menghadirkan narasumber dari beberapa perguruan tinggi ternama , yakni Dekan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (UNHAS), Prof. Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum yang diwakili oleh Kepala Program Studi Ilmu Hukum Unhas, Dr. Maskun, S.H., LL.M., serta Dr. Umiarso, M.Pd.I. dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Lokakarya ini juga turut dihadiri oleh sejumlah pejabat di lingkungan IAIN Kendari antara lain Ketua Senat IAIN Kendari Prof. Dr. Zulkifli, M.Si, M.Pd, Wakil Rektor I Dr. Husain Insawan, M.Ag, Wakil Rektor II Dr. Batmang, M.Pd, Ketua LPM IAIN Kendari dan sejumlah pejabat di Fakultas Syariah.