Belajar Ilmu Astronomi, Lab. Ilmu Falak gelar Webinar secara daring dan luring

Fasya, IAIN Kendari – Sebagai bentuk Integrasi Ilmu Falak dalam pengembangan Unity Of Science di Era Industri 4-0. Laboratorium Ilmu Falak Fak. Syariah IAIN Kendari menggelar Webinar secara daring dan luring (Senin 30/11). Laboratorium Ilmu Falak Fak. Syariah bekerjasama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Stasiun Geofisika Kendari dalam mengintegrasikan Ilmu Agama dan Sains kepada Mahasiswa/I Fak. Syariah IAIN Kendari.

Webinar Integrasi Ilmu Falak dengan protokol covid-19

Webinar Integrasi Ilmu Falak dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Syariah, Dr. Hj. Ipandang, M.Ag, dalam sambutannya beliau menyampaikan pentingnya Ilmu Falak untuk dipelajari, bukan hanya sekedar teori namun juga praktik.

Kami selaku pimpinan sangat mensupport dan berharap para mahasiswa/i Fak. Syariah khususnya, serius mempelajari Ilmu Falak ini, karena outputnya di Masyarakat sangat jelas, baik dalam menentukan arah kiblat ataupun dalam penentuan awal Ramadhan yang sampai saat ini masih saja menimbulkan polemik di masyarakat. Paparnya.

Wadek 2 Fak. Syariah Dr. Muhammad Hadi, M.Ag, selaku pemateri pertama menyampaikan ada beberapa manfaat mempelajari Ilmu Falak, diantaranya : pertama, kita bisa membuat kalender hijriyah. Kedua, menentukan awal Ramadhan, menetukan satu syawal dan menentukan idul adha. Dalam menentukan awal Ramadhan dapat dilakukan dengan dua metode, yaitu metode hisab dan rukyat.

“Ada beberapa perangkat ilmu Ilmu Falak yang wajib dimiliki dalam menggeluti Ilmu Falak, antara lain: Kompas, Rubu’ Mujayyab, Mizwalah dan Teleskop”. tambahnya

Pemateri kedua sesi pertama adalah Dr. Rusdin Muhalling, Dosen Ilmu Falak yang juga merupapkan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam ini menyapaikan materi tentang Pelatihan Penetapan Arah Kiblat (Teori dan Praktik). Pada sesi materi beliau mengawali dengan menyampaikan bahwa tidak ada perselisihan antara ulama bahwa arah kiblat merupakan syarat sah shalat, Namun demikian bukan berarti tidak ada toleransi, tetap ada toleransi yaitu maksimal 5 derajat.

“Arab kiblat kota kendari adalah 68,2 derajat lintang bujur utara ke barat, atau 21,58 derajat lintang bujur barat ke utara. Jika kita mengarah kea rah barat murni maka akan melenceng dari arah kiblat” Jelasnya

Praktik Lapangan

Pemateri selanjutnya mengarahkan peserta untuk memasang meja dan tingkat istiwa’. Meja harus rata dengan menggunakan waterpass. Setelah peserta pelatihan memasang meja dan tongkat, mereka melakukan pengamatan mulai dari jam 10.00 sampai jam 13.00. Dalam pengamatannya, setiap 30 menit mahasiswa memberi titik untuk mengetahui posisi ujung tongkat istiwa’ selama kurang lebih 3 jam.

Mahasiswa Fak. Syariah sedang memberi titik untuk mengetahui posisi ujung tongkat istiwa’

Di sesi kedua peserta dialihkan via Zoom Meeting, Pemateri ketiga adalah Bapak Ilham, ST dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Stasiun Geofisika Kendari. Dalam paparannya lewat Virtual tentang peran BMKB dalam pelayanan data dan Informasi Hilal, beliau mengawali dengan menyampaikan UU No 31 Tahun 2009 tentang MKG.

“Data dan Informasi Hilal itu ada 2 yaitu data hisab hilal dan data rukyat hilal, data hisab hilal ini kami berikan sebelum pengamatan yang berfungsi untuk membantu pengamat dalam memperkirakan posisi hilal pada saat pengamatan”, jelasnya.

Sementara pemateri ketiga Dr. Muh. Rasywan Syarif yang juga merupakan Dosen Ilmu Falak UIN Alauddin Makassar pada penjelasan materi terakhir menyampaikan kemajuan Astronomi dan teknologi sekarang mampuu memberikan prediksi yang akurat tentang posisi Matahari, Bumi dan Bulan.

“Hal inilah yang membuat perkembangan zaman semakin maju sehingga ijtihad ulama harus mampu berdialog dengan konteks saat ini”. Tegasnya.

Webinar berakhir pukul 15.00 WITA, dengan harapan agar mahasiswa/i Fakultas Syariah semakin bersemangat mempelajari Ilmu Falak dan penggunaan teleskop di laboratorium secepatnya dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa/i.

Share this...
Share on Facebook
Facebook