Penyempurnaan Kurikulum: Fakultas Syariah IAIN Kendari Gelar Workshop Secara Daring.

Perubahan kurikulum di perguruan tinggi merupakan aktivitas rutin yang harus dilakukan sebagai tanggapan terhadap perkembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni (Iptek), kebutuhan masyarakat (Societal needs), serta kebutuhan pengguna lulusan (stakeholder needs). Permasalahan yang sering muncul dikalangan akademisi adalah pemahaman tentang bagaimana melakukan rekonstruksi kerikulum Pendidikan tinggi yang masih sangat beragam baik antar program studi sejenis maupun antar perguruan tinggi. Berdasarkan masalah tersebut Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri IAIN Kendari mengggelar Workshop Pengembangan Kurikulum Kesyariahan, guna penyempurnaan kurikulum yang sudah ada.

Partisipan Workshop Pengembangan Kurikulum Berbasis KKNI yang diselenggarakan Oleh Fakultas Syariah IAIN Kendari

Workshop Pengembangan Kurikulum ini digelar pada tanggal 12 Oktober 2020, pukul 08.00 WITA. Menghadirkan Rektor IAIN Kendari, Prof. Dr. Faizah Binti Awad, M.Pd yang mengulas tentang Penerapan Kebijakan Kurikulum KKNI di IAIN Kendari, dan Kasubdirektorat Kurikulum Kemenag RI, Dr. Mamat Salamet Buhanudin, M.Ag yang membahas terkait Struktur Kurikulum dan Pengelompokan Matakuliah pada Kurikulum KKNI, serta Dr. Hj. Zumrotun, M.Ag, selaku Dekan Fakultas Syariah IAIN Salatiga yang Fokus pada Penguatan Kompetensi lulusan pada capaian pembelajaran KKNI.

Dekan Fakultas Syariah IAIN Kendari, Dr. Hj. Ipandang, M.Ag sedang menyampaikan sambutan dalam Workshop Pengembangan Kurikulum.

Mengawali kegiatan, Dr. Hj. I Pandang, M.Ag selaku Dekan Fakultas Syariah memberi sambutan dengan menyampaikan bahwa kegiatan Workshop ini adalah untuk penyempurnaan kurikulum yang sudah ada, sehingga dapat menunjang pada akreditasi fakultas, Mohon kiranya Bapak Ibu narasumber memberikan kami bimbingan, arahan untuk menghasilkan kurikulum yang sempurna khususnya di Fakultas Syariah IAIN Kendari ini, olehnya itu saya ucapkan terima kasih kepada Bapak dan Ibu Narasumber .

Rektor IAIN Kendari, Prof. Dr. Faizah Binti Awad, M.Pd sedang membuka kegiatan Workshop sekaligus dilanjutkan dengan materi Kebijakan Kurikulum di IAIN Kendari.

Pada sesi materi pertama, Prof Dr. Faizah Binti Awad, menyampaikan kepada para hadirin khususnya Kasubdirektorat kurikulum kemenag RI bahwa IAIN Kendari saat ini membutuhkan banyak amunisi untuk persiapan peralihan status menuju UIN. Kurikurum KKNI ini bukan hal baru, tetapi masing banyak perlu kita benahi, oleh karena itu kita menyiapkan kebijakan yang terkait dengan kurikulum. Prof melanjutkan bahwa KKNI ini tidak terlepas dari Merdeka belajar-Kampus merdeka (MBKM), karena kita akan menuju ke sana, masyarakat membutuhkan bagaimana alumni kita itu bisa siap pakai , terutama dalam sikap dan tata nilai. Yang terangkum dalam landasan fisolosif IAIN Kendari “Smart Bee”, dan Landasan yuridis pada peraturan presiden No. 8 tahun 2012 tentang Kurikulum. Setiap elemen harus bersinergi  untuk terwujudnya kampus yang transdisipiner, IAIN Kendari mampu mencetak mahasiswa yang handal dalam upaya persiapan IAIN Kendari menuju UIN.

Dr. H. Mamat Salamet Burhanudin, M.Ag (Kepala Subdirektorat Pengembangan Akademik Dit. PTKI Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.

Pada sesi materi kedua, Selaku Kepala Subdirektorat Kurikulum Kemenag RI, Dr. Mamat Salamet Burhanudin, M.Ag menyampaikan bahwa saat ini kami sedang melakukan penguatan kelembagaan IAIN menuju UIN, dalam PTKI ada 3740 program studi untuk s1, dan S2 373, serta S3 49 Prodi. Belum lagi prodi yang belum masuk hitungan. sekitar ada kurang lebih 34 IAIN dan 10 diantara sedang kita bantu untuk menjadi Universitas termasuk di dalamnya IAIN Kendari. Informasi terkini kita sedang melakukan pernyataan-pernyataan kelembagaan agar lebih cepat transformasinya. Dan Workshop kurikulum ini adalah salah satu upaya untuk memenuhi kriteria agar menjadi Universitas.

Dr. Hj. Zumrotun, M.Ag (Dekan Fakultas Syariah IAIN Salatiga)

Dalam upaya penguatan Kompetensi Lulusan pada Capaian Pembelajaran KKNI, selaku pemateri berikutnya Dr. Hj. Zumrotun, M.Ag (Dekan Fak. Syariah IAIN Salatiga), memaparkan bahwa kurikulum yang kita susun itu harus mengacu pada kurikulum nasional dan kurikulum local, dan untuk kurikulum local sebetulnya  masing-masing perguruan tinggi  berhak mengatur kurikulum di wilayahnya masing-masing bahkan program studi memilik hak penuh untuk mengatur kurikulum yang ada di Program studinya sesuai distingsi masing-masing. Dan sejatinya tiap Program studi memiliki distingsi yang masing-masing berbeda antara perguruan tinggi.

Kegiatan Workshop berakhir pukul 12.25, partisipan dari kalangan dosen dan mahasiswa serta umum sangat antusias mengikuti kegiatan yang digelar Virtual ini, sebanyak 10 pertanyaan terkait kurikulum dijawab dengan rinci oleh Para Narasumber.

Share this...
Share on Facebook
Facebook